Posted by Budi Wahyono
Para pengelola perusahaan akan selalu berupaya bertindak
secara professional dalam rangka mencapai apa yang menjadi tujuannya. Dalam
praktiknya harus dilandasi oleh konsep-konsep manajemen yang memang sudah
berlaku universal.
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan (goals) dan sasaran (objectives) dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengendalian (controlling) dalam upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Dari keempat fungsi manajemen tersebut, maka planning merupakan fungsi yang memegang peranan yang sangat penting karena merupakan dasar bagi pelaksanaan fungsi-fungsi yang lain. Dalam kaitannya dengan fungsi planning dan controlling maka manajemen dihadapkan dalam masalah pengambilan keputusan yang mencakup dua variabel pokok yanitu variabel inflow, yang merupakan kumpulan faktor yang diperlukan dalam proses produksi, modal, tenaga kerja dan material.
Ini semua merupakan faktor yang menimbulkan biaya (cost), dan variabel outflow, yaitu hasil proses produksi yang merupakan faktor yang akan menghasilkan revenue bagi perusahaan.
Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan (goals) dan sasaran (objectives) dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Secara umum manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses yang terdiri dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengendalian (controlling) dalam upaya mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Dari keempat fungsi manajemen tersebut, maka planning merupakan fungsi yang memegang peranan yang sangat penting karena merupakan dasar bagi pelaksanaan fungsi-fungsi yang lain. Dalam kaitannya dengan fungsi planning dan controlling maka manajemen dihadapkan dalam masalah pengambilan keputusan yang mencakup dua variabel pokok yanitu variabel inflow, yang merupakan kumpulan faktor yang diperlukan dalam proses produksi, modal, tenaga kerja dan material.
Ini semua merupakan faktor yang menimbulkan biaya (cost), dan variabel outflow, yaitu hasil proses produksi yang merupakan faktor yang akan menghasilkan revenue bagi perusahaan.
Seorang business
manager tidak dapat mengabaikan tujuh faktor yang mempengaruhi segala
perencanaan yang dilakukannya, faktor-faktor tersebut antara lain:
|
Produk
|
Trend penjualan, harga produk, diversivikasi produk, kualitas
produk, design produk, style produk, identifikasi produk sperti
brand name, trade mark, bungkus, dan lain-lain
|
|
Pasar
|
Data
tentang konsumen, potensi pasar, kebiasaan membeli dari konsumen, kebijakan
pengiklanan.
|
|
Program
Distribusi
|
Memilih
dan melatih para salesman, memilih saluran distribusi yang paling tepat dan
metode penjualannya, memilih media promosi dan advertisi, menentukan
kebijakan harga dan lain-lain.
|
|
Rencana
Produksi
|
Bahan
baku dan bahan-bahan pembantu, tenaga kerja, lokasi pabrik, lay out
pabrik, fasilitas pabrik, proses produksi, dan lain-lain.
|
|
Program
Penelitian dan Pengembangan
|
Besarnya
biaya yang diperlukan untuk program penelitian dan pengembangan, ada tidaknya
korelasi antara kegiatan penelitian dengan penjualan, manfaat yang akan
diperoleh dari program tersebut.
|
|
Organisai
|
Organization chart (struktur organisasi), penempatan
individu-individu yang tepat pada masing-masing tingkat jabatan, koordinasi
antara masing-masing fungsi dalam organisasi.
|
Aktivitas planning
menghasilkan rencana (plan) yang terdiri dari elemen-elemen tujuan (goal),
strategi (strategy), program (program), prosedur (procedure)
dan anggaran (budget). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
penganggaran merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan manajemen,
khususnya dalam perencanaan.
Proses
penyusunan anggaran merupakan tahap akhir dari proses perencanaan menyeluruh
perusahaan (total business planning). Perencanaan menyeluruh perusahaan
ini dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu:
- penetapan filosofi dan misi,
- penetapan tujuan (goals) dan strategi,
- penyusunan program (programming),
- penyusunan anggaran (budgeting)
Penganggaran (budgeting)
menunjukkan suatu proses sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum
dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan informasi yang
perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi
dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari
hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran (budgeting) adalah
anggaran (budget).
- Menurut RA Supriyono - Anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun.
- Menurut Gunawan Adisaputro - Anggaran adalah suatu pendekatan formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.
- Menurut Glenn A. Welsch - Comprehensive profit planning and control is defined as a systematic and formalized approach for performing significant phases of management planning and control functions.
Anggaran
perusahaan dapat dianggap sebagai suatu system tunggal yang memiliki ciri khas
tersendiri, oleh karena anggaran perusahaan tersebut mempunyai tujuan serta
cara kerja tersendiri yang merupakan satu kebulatan dan yang berbeda dengan
tujuan serta cara kerja system lain yang terdapat dalam perusahaan.
Disamping itu anggaran perusahaan dapat juga dianggap sebagai sub sistem yang memerlukan hubungan dengan sub sistem lain yang terdapat dalam perusahaan oleh karena anggaran perusahaan bukanlah satu-satunya alat perencanaan dan pengendalian yang ada dan diperlukan perusahaan.
Disamping itu anggaran perusahaan dapat juga dianggap sebagai sub sistem yang memerlukan hubungan dengan sub sistem lain yang terdapat dalam perusahaan oleh karena anggaran perusahaan bukanlah satu-satunya alat perencanaan dan pengendalian yang ada dan diperlukan perusahaan.
Istilah-istilah
lain yang digunakan yang bermakna dan tujuan sama dengan anggaran adalah
sebagai berikut:
- Business Budget
- Profit Planning and Control
- Comprehensive Budgeting
- Managerial Budgeting
- Business Budgeting and Control
Dalam menyusun
anggaran harus diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut:
- Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai
- Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi
- Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat incidental.
- See more
at: http://www.pendidikanekonomi.com/2012/11/konsep-dasar-penganggaran-pengertian.html#sthash.OVTKxZa7.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar